1.505 Titik Panas Terdeteksi di Sumsel, Kabut Asap Kembali Selimuti Palembang

 



PALEMBANG, Narasimedia.my.id — Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah Sumatera Selatan pada Minggu, 27 September 2026. Kondisi tersebut terjadi ketika sebaran titik panas atau hotspot di Sumsel masih tinggi.

Berdasarkan data yang dilaporkan BPBD Sumatera Selatan dari sistem Sipongi, terdapat 1.505 titik panas yang terdeteksi pada Minggu pukul 05.00 WIB. Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 1.014 titik.

Palembang Masuk Kategori Berbahaya

Dampak kebakaran hutan dan lahan juga dirasakan di Kota Palembang. Data Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang dikutip dari DLHP Sumsel menunjukkan Palembang berada dalam kategori berbahaya pada Minggu pagi.

Data tersebut mencatat PM10 sebesar 342 dan PM2,5 sebesar 345. Sementara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) berada pada kategori sangat tidak sehat dengan PM10 159 dan PM2,5 219.

Pemantauan lain di Musi 2 Palembang juga menunjukkan konsentrasi PM2,5 yang sangat tinggi. Pada dini hari, angkanya sempat mencapai 568,4 µg/m³.

OKI Menjadi Salah Satu Wilayah yang Ditangani Intensif

Penanganan kebakaran hutan dan lahan dilakukan secara intensif di Kabupaten OKI. Kondisi lahan gambut menjadi salah satu tantangan bagi petugas karena api dapat sulit dipadamkan dan kembali muncul di bawah permukaan.

Sejumlah wilayah yang menjadi fokus penanganan antara lain Tulung Selapan, Pangkalan Lampam, Pampangan, Tanjung Lubuk, Pedamaran Timur, Air Sugihan, Cengal dan Sungai Menang.

BPBD Sumsel melaporkan luas lahan yang terbakar sekitar 290,26 hektare, dengan sekitar 68,7 hektare masih dalam penanganan. Pemadaman dilakukan melalui patroli darat dan udara, pemadaman darat, water bombing serta pemantauan hotspot.

Jarak Pandang di Bandara SMB II Menurun

Kabut asap juga berdampak terhadap jarak pandang. Data yang dikutip IDN Times menyebut jarak pandang di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang sekitar 900 meter pada pukul 05.30 WIB dalam kondisi berasap.

Kondisi jarak pandang yang rendah juga menjadi tantangan bagi operasi pemadaman udara di wilayah kebakaran.

Masyarakat Diminta Memperhatikan Kondisi Udara

Kondisi kualitas udara yang buruk membuat masyarakat perlu memperhatikan informasi resmi mengenai kualitas udara dan kondisi cuaca sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.

Terutama bagi kelompok yang sensitif terhadap polusi udara, penggunaan masker dan pengurangan aktivitas di luar ruangan dapat menjadi langkah kehati-hatian ketika kualitas udara memburuk.

Situasi kabut asap dan hotspot masih dapat berubah mengikuti perkembangan cuaca, arah angin, curah hujan, serta aktivitas kebakaran di lapangan.

Penanganan Karhutla Terus Berlangsung

Satgas gabungan masih melakukan pemantauan dan pemadaman di sejumlah lokasi. Pemerintah daerah juga terus melakukan koordinasi untuk mencegah kebakaran meluas dan mengurangi dampak asap terhadap masyarakat.

Perkembangan jumlah hotspot, kualitas udara, serta kondisi jarak pandang masih menjadi indikator penting yang perlu dipantau masyarakat Sumatera Selatan.


Posting Komentar untuk "1.505 Titik Panas Terdeteksi di Sumsel, Kabut Asap Kembali Selimuti Palembang"