JAKARTA, Narasimedia.my.id — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat bahwa musim hujan periode 2026/2027 diperkirakan datang lebih lambat di sebagian besar wilayah Indonesia.
Kondisi tersebut berkaitan dengan fenomena El Niño yang saat ini berada dalam fase sangat kuat. BMKG memprediksi awal musim hujan di sejumlah wilayah mengalami kemunduran dibandingkan rata-rata klimatologisnya.
529 Zona Musim Diprediksi Mengalami Kemunduran
Berdasarkan informasi BMKG, sebanyak 529 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 61,08 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami awal musim hujan yang lebih lambat dari kondisi normal.
Kondisi tersebut membuat sejumlah daerah perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim kering yang berlangsung lebih panjang.
BMKG juga menyebut puncak musim hujan periode 2026/2027 diperkirakan terjadi pada sekitar Desember 2026 hingga Februari 2027.
Sejumlah Daerah Baru Memasuki Musim Hujan pada Oktober
Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan diperkirakan baru memasuki musim hujan pada Oktober 2026.
Wilayah tersebut antara lain Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan.
BMKG menyampaikan bahwa wilayah lainnya dapat mengalami awal musim hujan pada November hingga Desember, tergantung karakteristik masing-masing wilayah.
Risiko Karhutla Masih Perlu Diwaspadai
Datangnya musim hujan yang lebih lambat juga menjadi perhatian karena sebagian wilayah Indonesia masih menghadapi risiko kebakaran hutan dan lahan.
Kondisi kering yang berlangsung lebih panjang dapat meningkatkan potensi muncul dan meluasnya titik panas, khususnya di wilayah dengan lahan gambut dan vegetasi yang mudah terbakar.
Karena itu, masyarakat dan pemerintah daerah perlu terus memperhatikan informasi cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.
BMKG Pantau Kondisi Cuaca dan Iklim
BMKG terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi atmosfer dan iklim Indonesia.
Selain informasi mengenai musim hujan, BMKG juga menyediakan peringatan dini terkait cuaca ekstrem, gelombang tinggi, dan gempa bumi.
Pada 27 September 2026, BMKG juga mencatat adanya peringatan gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia. Beberapa wilayah diperkirakan mengalami gelombang dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter.
Masyarakat Diminta Bersiap
Perubahan waktu datangnya musim hujan dapat berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat, termasuk pertanian, pengelolaan air, transportasi, hingga penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Masyarakat dianjurkan mengikuti informasi resmi BMKG dan pemerintah daerah sebelum melakukan aktivitas yang berkaitan dengan kondisi cuaca.
Kesimpulan
Musim hujan 2026/2027 diprediksi mengalami keterlambatan di banyak wilayah Indonesia. BMKG mencatat 529 ZOM atau 61,08 persen wilayah Indonesia berpotensi mengalami awal musim hujan yang mundur.
Dengan kondisi El Niño yang masih sangat kuat, kewaspadaan terhadap kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta perubahan kondisi cuaca tetap diperlukan hingga musim hujan tiba.

Posting Komentar untuk "BMKG: Musim Hujan 2026/2027 Diprediksi Datang Lebih Lambat, El Niño Masih Sangat Kuat"